Penelitian terbaru dari University of Oxford menunjukkan bahwa mengikuti kelas salsa secara rutin bisa memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Dalam uji coba selama delapan minggu, peserta yang mengikuti program tari salsa mengalami penurunan gejala depresi dan kecemasan ringan hingga sedang.
Sebanyak 121 orang dewasa muda ikut serta dalam studi ini. Mereka dibagi secara acak menjadi dua kelompok: satu kelompok mengikuti kelas salsa dan kelompok lain sebagai kontrol. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang cukup jelas pada kelompok yang menari.
Salsa sendiri dikenal sebagai tarian yang energik dan sosial karena melibatkan gerakan berpasangan. Ini berbeda dari olahraga individu biasa. Interaksi langsung dengan orang lain saat menari bisa membantu mengurangi rasa kesepian yang sering dialami anak muda saat ini.
Selain manfaat fisik seperti meningkatkan kebugaran jantung dan postur tubuh, salsa juga melatih koordinasi dan fokus. Gerakan yang ritmis dan musik yang upbeat membuat sesi latihan terasa menyenangkan, sehingga orang lebih mungkin untuk konsisten hadir.
Dari sisi konteks lebih luas, banyak anak muda saat ini menghabiskan waktu di depan layar yang justru bisa memperburuk gejala kecemasan. Kegiatan seperti salsa menawarkan alternatif nyata untuk keluar dari rutinitas digital dan berinteraksi secara langsung.
Studi ini menggunakan metode randomized controlled trial, standar emas dalam penelitian medis, sehingga hasilnya lebih dapat diandalkan. Meski begitu, peneliti menekankan bahwa salsa bukan pengganti terapi profesional, melainkan bisa menjadi pelengkap yang menyenangkan.
Bagi yang tertarik mencoba, kelas salsa relatif mudah ditemukan di banyak kota dan cocok untuk pemula. Yang penting adalah memulai dengan kelas yang sesuai level agar tidak merasa tertekan.
Secara keseluruhan, temuan ini membuka wawasan bahwa aktivitas fisik yang menyenangkan dan sosial seperti salsa memiliki potensi besar sebagai bagian dari strategi kesehatan mental yang lebih holistik.
